Kemasan unik yang Pocketable, Biskuit ini cocok dijadikan cemilan

Menu makanan atau cemilan yang memiliki kemasan unik dianggap lebih efisien dalam menarik minat konsumen. Karena kemasan bagi sebuah produk adalah hal yang pertama kali dilihat oleh konsumen. Adanya produk makanan maupun minuman dengan kemasan yang unik diyakini memiliki kemampuan untuk menghipnotis pelanggan untuk membelinya, meskipun belum tahu pasti akan kualitas rasanya.

Terkadang, orang membeli sebuah produk makanan atau minuman bukan berdasarkan kebutuhan mulut dan perut namun hanya sebagai pemuas mata maupun kebutuhan menggunggah foto di akun media sosial.

Fenomena “instragamable” tersebut yang menjadikan konsumen tak lagi mementingkan kualitas rasa namun lebih dilihat dari bentuk keunikan sebuah produk.

Adanya kemasan spaghetti dalam bentuk seperti menara New York City hingga bungkus rokok yang menyerupai peti mati, terbukti membuat konsumen berbondong untuk memiliki kemasan produk yang unik lainnya.

Hal inilah yang juga mendorong produk makanan ringan Pocky untuk menghadrikan sebuah teknologi khusus yang menjadikan Pocky biskuit ini tanpa remah, pas saat dibawa di dalam kantong atau pocketable, dan cocok untuk dibagi serta dinikmati bersama. Pocky merupakan makanan ringan berbentuk stik, berasal dari Thailand yang banyak diminati oleh masyarakat, utamanya usia remaja.

Teknologi dalam kemasan yang diluncurkan oleh Pocky ini juga dihubungan dengan kebutuhan konsumen pada saat menjalani puasa di bulan Ramadhan. Bagi Anda yang berbuka ditempat umum seringkali memiliki banyak kendala, misalnya khawatir tangan akan menjadi kotor dan berminyak, terbatasnya tempat di tempat makan, atau takut makanan akan mengotori pakaian sehingga merusak penampilan.

Hal tersebut diyakini perusahaan akan sangat membantu saat harus berbuka di dalam kendaraan ketika macet atau saat berada di luar. Bahkan penampilan pun tetap akan sempurna, karena Pocky tidak akan merusak make up atau mengotori baju favorit.

” Melalui kampanye #PockyinMyPocket, kami ingin menjadi solusi dan teman terbaik saat berbuka puasa, menemani perjalanan mudik hingga saat berkumpul bersama teman-teman di hari Lebaran nanti. Dengan kekayaan rasa premium, bentuk stik yang khas tanpa remah, tidak membuat tangan kotor, kemasan praktis dan halal, menjadikan Pocky biscuit yang paling cocok dinikmati saat berbuka puasa dan Lebaran nanti,” jelas Kei Tasaki, Direktur Marketing Glico Indonesia saat di pantai Untung Jawa.

Sejatinya, Pocky memang telah memegang sertifikat hal dari CICOT Thailand sejak awal hadir di Indonesia, tahun 2014 lalu. Selain itu, perusahaan juga telah mengantongi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia untuk seluruh merek produk yang sedang maupun sudah dipasakan di Indonesia. Beberapa produk tersebut antara lain Pejoy, PRETZ dan Pocky. Namun Kei Tasaki kembali menuturkan agar konsumen di Indonesia semakin yakin dan tenang untuk mengkonsumsi produk Pocky, maka pertengahan tahun ini, Pocky akan menambahkan logo halal pada seluruh kemasan yang beredar di pasaran Indonesia.

Leave a Reply