Bagi Konsumen yang Berdonasi Tokopedia Meluncurkan Fitur

Tokopedia luncurkan service yang diperuntukkan untuk lakukan donasi pemakainya. Perusahaan e-commerce yang berdiri mulai sejak 2009 ini sediakan dua jalur untuk berdonasi. Pemakai dapat mendonasikan cuma Rp 100 dengan feature top donasi 100. Serta donasi dengan nominal bebas di feature top donasi bebas.

Dalam feature top donasi ini, Tokopedia bekerja bersama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), Tubuh Amil Zakat Nasional (Baznas), Dompet Duafa serta Instansi Kemanusiaan Nasional PKPU.

Bagi Konsumen yang Berdonasi Tokopedia Meluncurkan Fitur

Melissa Siska Juminto, sebagai Vice president Tokopedia katakan, feature donasi itu sangat mungkin pemakai untuk berdonasi waktu belanja. Sepanjang 21 Desember 2016 hingga 21 Maret 2016, top donasi 100 juga akan dipakai oleh Instansi Kemanusiaan PKPU.

” Untuk donasi 100, kami siapkan untuk orang yang belanja, menginginkan sembari berdonasi. Tapi untuk donasi bebas, kita berniat sediakan untuk orang yang ingin berdonasi tanpa ada lebih dahulu belanja di Tokopedia. Donasi bebasnya, kami buka di digital basis kami, ” kata Melissa dalam tayangan pers, Rabu (21/12).

Disamping itu Seperti kalimat Bung Karno, bermimpilah setinggi langit. Bila engkau jatuh jadi juga akan jatuh diantara bintang-bintang. Cuplikan tersebut sebagai penyemangat serta dasar William Tanuwijaya, CEO serta founder website berbelanja on-line nomor satu di Indonesia, Tokopedia yang dilengkapi dengan cek resi untuk konsumen.

Delapan th. telah Tokopedia ada melayani keperluan berbelanja on-line konsumennya. Saat ini Tokopedia juga makin mantap menjejakkan langkahnya di industri e-commerce tanah air.

Siapa kira, semula berhasil William Tanuwijaya pergi dari profesinya jadi penjaga warnet. Profesi ini dijalaninya untuk penuhi keperluan hidupnya waktu berkuliah di Jakarta. Terbatasnya ekonomi buat pemuda kelahiran Pematangsiantar 36 th. lantas ini mesti membiayai hidupnya sendiri. Terkecuali jadi penjaga warnet, ia juga pernah bekerja di satu komunitas jual beli on-line.

Dari ke-2 pekerjaannya ini, William melihat begitu internet bisa menolong seorang untuk belajar apa sajakah. Diluar itu, ia juga mengerti kalau internet kerapkali jadi tempat tindak kriminil penipuan. Ia lantas lihat kesempatan untuk merubah stigma internet jadi tempat transaksi yang aman serta wadah untuk sama-sama menolong.

” Terkecuali lihat internet jadi celah, saya juga penelitian kalau orang-orang Indonesia itu banyak yang perlu kerja sambilan. Saya segera kepikiran menginginkan buat perusahaan seperti eBay, ” kata William pada acara Business Scale Up e-Commerce Workshop di Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Keinginan untuk wujudkan idenya waktu itu yaitu pertolongan modal dari atasannya. Tetapi sayang ide itu tidak diterima baik. Penolakan itu malah buat William selalu mencari jalan beda untuk memperoleh modal. Tanpa ada menyerah, ia selalu berupaya memberikan keyakinan pemodal untuk berinvestasi.

” Bhs Inggris saya dahulu pas-pasan namun karena investor kami umumnya dari Jepang. Jadi kekuatan bhs Inggris saya tidaklah terlalu tampak jelek dimuka mereka yang keduanya sama tidaklah terlalu lancar berbahasa Inggris, ” tutur William.

Mimpinya juga terwujud pada th. 2009. Tokopedia lahir dengan 90 % saham punya investor lokal. Tetapi saat ini Tokopedia sudah jadi raksasa yang merajai website berbelanja on-line di Indonesia. Beragam suntikan dana asing juga selalu mengalir untuk menyangga pertumbuhannya.

Seperti apa yang berlangsung pada Facebook, prinsip ekonomi sharing yang diaplikasikan dalam Tokopedia nyatanya bersambut. Walau tidak mempunyai toko atau product, Tokopedia malah sediakan sarana untuk entrepreneur serta UKM yang menginginkan meningkatkan usahanya.